THEINDONEWS.COM – Pengusaha nasional Hermanto Tanoko mendirikan Asosiasi Sejuta Pengusaha Indonesia (ASPIN) untuk menghadirkan wadah pengusaha yang independen dan bebas kepentingan politik. Organisasi ini ditujukan bagi seluruh pelaku usaha lintas sektor dan skala, termasuk pengusaha UMKM.
ASPIN diresmikan pada Sabtu (31/1/2026) di Grand Ballroom VASA Hotel Surabaya. Peresmian tersebut menandai dimulainya periode kepengurusan ASPIN untuk lima tahun ke depan.
Hermanto Tanoko yang dikenal sebagai salah satu pengusaha terbesar di Indonesia dengan portofolio bisnis di berbagai lini usaha menilai, selama ini banyak pelaku usaha membutuhkan ruang komunikasi yang lebih efektif dengan pemerintah. Dalam berbagai pertemuannya dengan pengusaha dari beragam sektor, persoalan tersebut kerap muncul.
“Banyak pengusaha yang bertemu saya, mereka bercerita kalau butuh menjalin komunikasi dengan pemerintah sebagai pembuat regulasi dan kebijakan,” ujar Hermanto.
Menurut dia, kolaborasi menjadi kunci penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dunia usaha dan pemerintah, kata Hermanto, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, terutama dalam upaya mendorong UMKM agar naik kelas.
“Yang paling penting itu kan komunikasi. Tujuannya supaya pemberdayaan UMKM bisa terus naik kelas dan tidak terhambat,” katanya usai peresmian ASPIN.
Hermanto menegaskan ASPIN juga dibentuk untuk memperkuat posisi pengusaha dan perusahaan dalam negeri. Karena itu, keanggotaan ASPIN diprioritaskan bagi pelaku usaha nasional. Ia menilai, hingga kini banyak sektor strategis di pasar domestik justru dikuasai oleh merek-merek asing.
“Masa Indonesia kuatnya cuma di mie instan atau kopi. Padahal sektor usaha kita sangat banyak. Karena itu wadah ini memang kami arahkan untuk lebih pro kepada pengusaha nasional,” ujarnya.
Ia mencontohkan, tidak sedikit produk yang diproduksi melalui maklon di Indonesia dengan tenaga kerja, insinyur, dan fasilitas dalam negeri. Namun, merek yang beredar di pasar justru milik perusahaan asing sehingga nilai tambah lebih banyak dinikmati pihak luar.
“Kalau kita cuma dijadikan market dan tukang jahit saja, tentu itu disayangkan,” kata Hermanto.
Melalui ASPIN, Hermanto menyebut akan ada pembinaan, pendampingan, serta berbagi pengetahuan bisnis kepada para anggota. Khusus bagi pelaku UMKM, ASPIN menyediakan skema keanggotaan gratis dengan harapan mereka bersedia belajar dan meningkatkan kapasitas usahanya.
ASPIN dirancang sebagai wadah kolaborasi lintas sektor yang menaungi 24 bidang usaha. Dengan semangat “Kolaborasi Strategis, Akselerasi Bisnis”, ASPIN menargetkan penguatan jejaring, penyatuan aspirasi, serta percepatan pertumbuhan dunia usaha nasional.
Peresmian ASPIN turut dihadiri sejumlah pengusaha dan tokoh nasional, antara lain Gandi Sulistiyanto, Jahja B. Soenarjo, Merry Riana, Rivan Kurniawan, Jhonny Thio, Robert Tansil, dan Tjahjono Haryono. Ribuan pengusaha dari berbagai daerah dan skala usaha, mulai dari UMKM hingga korporasi, mengikuti acara tersebut secara luring maupun daring. (JMI)




