THEINDONEWS.COM – Pergerakan harga emas dunia diprediksi masih akan mengalami fluktuasi tajam pada pekan depan. Berdasarkan data Bloomberg per Minggu (8/2/2026), harga emas dunia saat ini berada di level USD4.964 per troi ons, sementara harga emas Antam di dalam negeri bertengger di angka Rp2.920.000 per gram.
Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa pergerakan harga pada Senin, 9 Februari 2026, akan sangat bergantung pada dinamika pasar global, baik dari sisi ekonomi maupun geopolitik.
Proyeksi Harga Emas dan Rupiah
Ibrahim memberikan gambaran rentang harga untuk pekan depan sebagai panduan bagi para investor:
Instrumen Skenario Turun (Support) Skenario Naik (Resistansi)
Emas Dunia USD4.831 – USD4.718 /oz USD5.057 – USD5.170 /oz
Emas Antam Rp2.620.000 – Rp2.725.000 /gr Rp2.800.000 – Rp2.900.000 /gr
Nilai Tukar Rupiah Rp17.200 /USD Rp16.750 /USD
“Perubahan harga emas dunia akan langsung mempengaruhi harga logam mulia domestik, ditambah lagi dengan pengaruh indeks dolar AS yang diperkirakan berada di level 96,70-98,60,” ujar Ibrahim, Minggu (8/2).
Faktor Penentu: Data Tenaga Kerja AS hingga “Trump Factor”
Ada beberapa faktor krusial yang membuat pasar mengambil sikap wait and see (menunggu dan memantau):
1. Data Tenaga Kerja AS: Rilis data yang tertunda ke hari Rabu mendatang menjadi kunci kebijakan suku bunga The Fed.
2. Suku Bunga Global: Bank sentral Eropa dan Bank of England memilih mempertahankan suku bunga di tengah ketidakpastian ekonomi global.
3. Sentimen Kevin Warsh: Pasar merespons negatif (apatis) terhadap sosok Kevin Warsh, calon pengganti Jerome Powell sebagai Ketua The Fed pilihan Donald Trump. Warsh dinilai pro-suku bunga tinggi, meskipun Trump telah membantah pandangan tersebut.
4. Aturan Bursa CME: Adanya kenaikan margin jaminan di Chicago Mercantile Exchange (CME) dari USD500 menjadi USD1.000-USD2.000 per lot membuat volatilitas meningkat dan menekan minat transaksi.
Tensi Geopolitik yang Kontradiktif
Di sisi lain, harga emas juga dibayangi oleh intrik politik internasional. Meski pertemuan AS dan Iran di Oman sempat meredakan ketegangan, namun tudingan Presiden Trump terhadap Tiongkok mengenai uji coba nuklir rahasia kembali memanaskan suasana.
“Inilah intrik-intrik yang kemungkinan membuat harga emas dunia bisa melonjak naik pekan depan,” tambah Ibrahim. Namun, ia juga mengingatkan bahwa aksi ambil untung (profit taking) masih berpotensi berlanjut jika kondisi bursa berjangka tetap kurang menarik bagi pelaku pasar. (WNO)




