News

Harga Emas Diprediksi Fluktuatif Pekan Depan, Ini Pemicu Utamanya

325
×

Harga Emas Diprediksi Fluktuatif Pekan Depan, Ini Pemicu Utamanya

Sebarkan artikel ini

THEINDONEWS.COM – Pergerakan harga emas dunia diprediksi masih akan mengalami fluktuasi tajam pada pekan depan. Berdasarkan data Bloomberg per Minggu (8/2/2026), harga emas dunia saat ini berada di level USD4.964 per troi ons, sementara harga emas Antam di dalam negeri bertengger di angka Rp2.920.000 per gram.

Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa pergerakan harga pada Senin, 9 Februari 2026, akan sangat bergantung pada dinamika pasar global, baik dari sisi ekonomi maupun geopolitik.

Scroll down to see content
Advertisement

Proyeksi Harga Emas dan Rupiah
Ibrahim memberikan gambaran rentang harga untuk pekan depan sebagai panduan bagi para investor:

Instrumen                    Skenario Turun (Support)                   Skenario Naik (Resistansi)

Emas Dunia                 USD4.831 – USD4.718 /oz                    USD5.057 – USD5.170 /oz

Emas Antam                Rp2.620.000 – Rp2.725.000 /gr             Rp2.800.000 – Rp2.900.000 /gr

Nilai Tukar Rupiah       Rp17.200 /USD                                      Rp16.750 /USD

“Perubahan harga emas dunia akan langsung mempengaruhi harga logam mulia domestik, ditambah lagi dengan pengaruh indeks dolar AS yang diperkirakan berada di level 96,70-98,60,” ujar Ibrahim, Minggu (8/2).

Faktor Penentu: Data Tenaga Kerja AS hingga “Trump Factor”

Ada beberapa faktor krusial yang membuat pasar mengambil sikap wait and see (menunggu dan memantau):

1. Data Tenaga Kerja AS: Rilis data yang tertunda ke hari Rabu mendatang menjadi kunci kebijakan suku bunga The Fed.

READ  Peringati Right to Know Day, Komisi Informasi Jatim Nobatkan 15 Desa sebagai 'Desa Terang'

2. Suku Bunga Global: Bank sentral Eropa dan Bank of England memilih mempertahankan suku bunga di tengah ketidakpastian ekonomi global.

3. Sentimen Kevin Warsh: Pasar merespons negatif (apatis) terhadap sosok Kevin Warsh, calon pengganti Jerome Powell sebagai Ketua The Fed pilihan Donald Trump. Warsh dinilai pro-suku bunga tinggi, meskipun Trump telah membantah pandangan tersebut.

4. Aturan Bursa CME: Adanya kenaikan margin jaminan di Chicago Mercantile Exchange (CME) dari USD500 menjadi USD1.000-USD2.000 per lot membuat volatilitas meningkat dan menekan minat transaksi.

Tensi Geopolitik yang Kontradiktif

Di sisi lain, harga emas juga dibayangi oleh intrik politik internasional. Meski pertemuan AS dan Iran di Oman sempat meredakan ketegangan, namun tudingan Presiden Trump terhadap Tiongkok mengenai uji coba nuklir rahasia kembali memanaskan suasana.

“Inilah intrik-intrik yang kemungkinan membuat harga emas dunia bisa melonjak naik pekan depan,” tambah Ibrahim. Namun, ia juga mengingatkan bahwa aksi ambil untung (profit taking) masih berpotensi berlanjut jika kondisi bursa berjangka tetap kurang menarik bagi pelaku pasar. (WNO)