News

Menteri LH Pantau Jalur Mudik Semarang-Surabaya, Targetkan “Mudik Minim Sampah” 2026

278
×

Menteri LH Pantau Jalur Mudik Semarang-Surabaya, Targetkan “Mudik Minim Sampah” 2026

Sebarkan artikel ini
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq (ketiga dari kiri, baju biru), menyapa pemudik di Terminal Bus Semarang, Jawa Tengah (Foto: KLH)

THEINDONEWS.COM – Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, melanjutkan rangkaian pemantauan gerakan “Mudik Minim Sampah” dengan menyisir sejumlah terminal utama di koridor Semarang hingga Surabaya. Langkah ini diambil untuk memastikan fasilitas publik siap mengelola lonjakan volume sampah selama masa mudik Lebaran 2026.

Dalam kunjungannya pada Senin (16/3/2026), Menteri Hanif meninjau beberapa titik strategis, di antaranya:

Scroll down to see content
Advertisement

1. Jawa Tengah: Terminal Mangkang (Semarang), Terminal Tirtonadi (Surakarta), dan Terminal Sragen.

2. Jawa Timur: Terminal Kertonegoro (Ngawi) dan Terminal Purabaya (Sidoarjo).

Antisipasi 71 Ribu Ton Sampah Pemudik
Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat pada tahun ini diperkirakan menembus angka 143,91 juta orang. Lonjakan mobilitas ini diprediksi berpotensi menghasilkan sekitar 71.960 ton sampah di berbagai fasilitas publik.

Menteri Hanif menekankan bahwa pengelolaan sampah tidak boleh hanya bersifat reaktif setelah sampah menumpuk, melainkan harus dimulai dari hulu melalui pemilahan.

“Idealnya penanganan sampah di terminal memang harus memiliki fasilitas yang memadai. Namun, karena volume sampahnya tidak terlalu besar (per titik), maka yang tidak kalah penting adalah proses pemilahannya,” ujar Hanif Faisol.

Dorong Kelengkapan Dokumen Lingkungan
Selain meninjau teknis kebersihan di lapangan, Menteri LH juga menyoroti aspek administrasi dan legalitas operasional fasilitas publik. Ia mendorong seluruh pengelola terminal dan stasiun untuk segera melengkapi dokumen lingkungan sebagai syarat operasional yang berkelanjutan.

“Kami akan mendorong seluruh terminal maupun stasiun untuk segera memenuhi dokumen lingkungan. Tentunya ini penting bagi aktivitas operasional mereka ke depan,” tegasnya.

Edukasi untuk Mudik Nyaman
Melalui gerakan ini, Kementerian Lingkungan Hidup berharap terminal dan stasiun dapat menjadi contoh nyata tata kelola sampah yang baik bagi masyarakat. Dengan pengawasan ketat, edukasi kepada pemudik, serta penyediaan sarana tempat sampah terpilah, diharapkan perjalanan mudik 2026 berlangsung lebih bersih, sehat, dan nyaman. (HKF)

READ  143,9 Juta Orang Diperkirakan Mudik, Puncak Kepadatan 16–18 Maret