News

BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Cepat, Simak Jadwalnya

344
×

BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Cepat, Simak Jadwalnya

Sebarkan artikel ini
foto Ilustrasi Kemarau

THEINDONEWS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun 2026 akan datang lebih awal dari biasanya. Kondisi ini perlu diantisipasi karena berpotensi memicu cuaca kering di berbagai wilayah Indonesia.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan percepatan musim kemarau dipengaruhi oleh berakhirnya fenomena La Niña lemah pada Februari 2026. Saat ini, kondisi iklim global disebut telah bertransisi menuju fase netral.

Scroll down to see content
Advertisement

Selain itu, dinamika atmosfer global juga menunjukkan adanya peluang terbentuknya El Niño pada pertengahan tahun. Kemungkinan kemunculan fenomena tersebut diperkirakan berada pada kisaran 50 hingga 60 persen.

BMKG mencatat awal musim kemarau mulai terjadi pada April 2026 di sekitar 114 Zona Musim. Wilayah yang lebih dulu terdampak meliputi pesisir utara Jawa bagian barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta sebagian Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.

Memasuki Mei 2026, jumlah wilayah yang memasuki kemarau diperkirakan meningkat menjadi sekitar 184 Zona Musim. Kemudian pada Juni, sebanyak 163 Zona Musim lainnya diproyeksikan turut mengalami kondisi serupa.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan penyebaran musim kemarau akan berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia. Secara keseluruhan, hampir separuh wilayah diprediksi mengalami kemarau lebih cepat.

BMKG memperkirakan sekitar 46,5 persen wilayah Indonesia akan mengalami awal musim kemarau lebih dini. Sementara sebagian wilayah lain tetap normal, dan sebagian kecil justru mengalami keterlambatan.

Wilayah yang berpotensi mengalami kemarau lebih cepat mencakup sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Kalimantan bagian selatan dan timur serta Papua. Kondisi ini perlu diwaspadai karena berdampak pada berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Tidak hanya lebih awal, musim kemarau tahun ini juga diperkirakan lebih kering dibandingkan kondisi normal. Sebagian besar wilayah diproyeksikan mengalami curah hujan di bawah rata-rata.

READ  PLN Salurkan 434,6 MVA, Dukung Pertumbuhan Industri di Jawa Timur

Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 di mayoritas wilayah Indonesia. Namun, beberapa daerah berpotensi mengalami puncak lebih awal pada Juli atau bergeser ke September.

Durasi musim kemarau juga diperkirakan berlangsung lebih panjang di lebih dari setengah wilayah Indonesia. Hal ini meningkatkan risiko kekeringan serta gangguan pada sektor pertanian dan ketersediaan air.

Melihat kondisi tersebut, BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi sejak dini. Pengelolaan air, penguatan ketahanan pangan, serta penyesuaian pola tanam menjadi langkah penting dalam menghadapi musim kemarau tahun ini. (VET)