THEINDONEWS.COM – Rangkaian seleksi penari Gandrung Sewu 2026 resmi dimulai di sektor Banyuwangi Kota. Sebanyak 500 pelajar mulai tingkat SD hingga SMA mengikuti audisi perdana yang digelar di Lapangan Tamanbaru, Jumat (24/7/2026), untuk memperebutkan kesempatan tampil dalam pertunjukan kolosal yang menjadi ikon budaya Banyuwangi tersebut.
Audisi ini menjadi tahap awal penjaringan penari berbakat dari seluruh wilayah Banyuwangi. Festival Gandrung Sewu 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026 dengan mengusung tema “Kembang Dermo”, yang mengangkat filosofi keikhlasan sebagai nilai luhur dalam budaya masyarakat Banyuwangi.
Ketua Paguyuban Pelatih Tari dan Seniman Banyuwangi (Patih Senawangi), Suko Prayitno, mengatakan antusiasme pelajar untuk mengikuti seleksi tahun ini sangat tinggi. Pihaknya menargetkan lebih dari 1.000 penari akan terlibat dalam pementasan Gandrung Sewu 2026.
“Antusiasme para siswa untuk mengikuti seleksi penari ini sangat tinggi. Tahun ini tidak kurang dari 1.000 penari akan memeriahkan Gandrung Sewu 2026,” ujar Suko Prayitno.
Menurut Suko, para peserta yang mengikuti audisi umumnya telah memiliki kemampuan dasar tari yang baik. Karena itu, tim juri harus melakukan proses penilaian secara ketat untuk memilih penari terbaik yang akan tampil pada pertunjukan kolosal tersebut.
“Seluruh peserta memiliki kemampuan dasar tari yang baik, sehingga proses seleksi dilakukan secara cermat untuk mendapatkan penari yang benar-benar siap tampil di Gandrung Sewu 2026,” katanya.
Proses seleksi dilaksanakan secara bertahap berdasarkan pembagian zona kecamatan dan berlangsung mulai 23 hingga 30 Juli 2026. Setelah audisi di sektor Banyuwangi Kota, proses penjaringan akan berlanjut ke sejumlah wilayah lainnya, meliputi Kabat, Wongsorejo, Kalipuro, Glagah, Giri, Licin, Blimbingsari, Rogojampi, Singojuruh, Songgon, Muncar, Srono, Cluring, Purwoharjo, Tegaldlimo, Bangorejo, Siliragung, Pesanggaran, Genteng, Gambiran, Sempu, Tegalsari, Glenmore, hingga Kalibaru.
Melalui sistem seleksi berbasis wilayah tersebut, panitia berharap dapat menjaring penari-penari terbaik dari seluruh kecamatan di Banyuwangi sehingga kualitas pertunjukan Gandrung Sewu tahun ini semakin meningkat.
Gandrung Sewu merupakan salah satu agenda budaya terbesar di Banyuwangi yang setiap tahun melibatkan ribuan penari dalam sebuah pertunjukan kolosal di ruang terbuka. Atraksi budaya ini tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Banyuwangi, tetapi juga menjadi magnet wisata yang menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pada tahun 2026, Gandrung Sewu kembali masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata. Masuknya festival ini dalam kalender event nasional semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu agenda unggulan pariwisata Indonesia yang berperan dalam melestarikan seni tradisi sekaligus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.
Dengan dimulainya proses seleksi, Banyuwangi kembali bersiap menghadirkan pertunjukan budaya spektakuler yang memadukan seni tari, tradisi, dan semangat generasi muda dalam melestarikan warisan budaya Nusantara. (GXF)




