News

PHE Selesaikan Survei Seismik 6.000 Km, Buka Potensi Migas Laut Selatan Jawa

354
×

PHE Selesaikan Survei Seismik 6.000 Km, Buka Potensi Migas Laut Selatan Jawa

Sebarkan artikel ini

THEINDONEWS.COM – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina kembali mencatatkan milestone penting dalam kegiatan eksplorasi hulu migas nasional. PHE resmi menyelesaikan Survei Seismik Offshore 2D SE Java sepanjang 6.000 kilometer di perairan lepas Samudera Hindia.

Capaian ini melengkapi keberhasilan PHE sebelumnya yang sukses menuntaskan survei seismik Offshore 3D SE Java di Selat Makassar pada Juli 2026 lalu.

Scroll down to see content
Advertisement

Survei Seismik Offshore 2D SE Java merupakan bagian dari Komitmen Kerja Pasti PHE Jambi Merang (KKPJM) di wilayah terbuka yang melintasi area laut lepas di enam kabupaten Jawa Timur, yakni Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, dan Lumajang.

Proyek akuisisi di lautan selatan Jawa ini dijalankan dalam dua fase akibat tantangan cuaca ekstrem, gelombang tinggi, dan arus bawah laut yang kuat di Samudera Hindia. Fase pertama dimulai pada Oktober 2025 dan sempat dihentikan sementara pada Desember 2025 demi keselamatan kerja (HSSE). Setelah kondisi laut mereda, fase kedua dilanjutkan pada Juli 2026 hingga resmi tuntas pada 26 Agustus 2026.

VP Exploration Technical Excellence & Coordination PHE sekaligus Kepala Teknik Proyek, Ahmad Najihal Amal, menyampaikan bahwa proyek sepanjang 6.000 km ini diselesaikan dengan catatan Zero Accident.

“Survei 2D SE Java dapat diselesaikan dengan baik tanpa adanya insiden HSSE berkat persiapan operasi yang matang, kerja sama, serta sinergi yang efektif dari seluruh fungsi dan pemangku kepentingan di 6 kabupaten Jawa Timur, Pemprov Jatim, serta jajaran aparat keamanan (Kodaeral V Surabaya, Lanal Pacitan, dan Lanal Malang),” ujar Najihal pada acara Closing Project & MWT, Rabu (9/9/2026).

Pujian juga datang dari Kepala Divisi Prospektivitas dan Manajemen Data SKK Migas, Aldy Amir, yang mengapresiasi kualitas data akuisisi yang tetap optimal di tengah cuaca dan ombak laut selatan yang tergolong ganas.

READ  LaNyalla Dorong Pemerintah Bangun Ekosistem Industri Maritim yang Inklusif

Proyek ini menjadi terobosan penting bagi program New Venture PHE. Kawasan Laut Selatan Jawa selama ini kerap dinilai kurang berprospek karena berada di area fore-arc basin. Namun, PHE melihat potensi akumulasi hidrokarbon tersendiri di area Trenggalek-Pacitan yang berpeluang menjadi wilayah kerja atau blok eksplorasi migas baru.

Dalam pelaksanaannya, PHE menerapkan teknologi 2D Marine Streamer Broadband guna menghasilkan pencitraan struktur bawah permukaan bumi yang presisi, terutama pada target kedalaman tinggi (deep target).

Melalui keberhasilan ini, PHE mempertegas komitmennya dalam mendorong eksplorasi migas berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), serta keselamatan kerja. (ABN)