News

Proyek BEN Dorong Banyuwangi Jadi Lingkungan Inklusif bagi Anak dan Remaja Disabilitas

388
×

Proyek BEN Dorong Banyuwangi Jadi Lingkungan Inklusif bagi Anak dan Remaja Disabilitas

Sebarkan artikel ini
Foto Liliane Fonds Bahas Penguatan Inklusi Disabilitas bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Sumber : Dokumentasi Rumah Literasi Indonesia

THEINDONEWS.COM – Liliane Fonds Netherlands melakukan kunjungan ke Kabupaten Banyuwangi untuk melihat perkembangan implementasi Building Effective Network (BEN) sekaligus memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mendorong pemenuhan hak serta inklusi anak dan remaja dengan disabilitas.

Kunjungan tersebut berlangsung pada Selasa (22/9/2026). Dalam rangkaian kegiatan, perwakilan Liliane Fonds Netherlands bertemu dengan Bupati Banyuwangi untuk membahas perkembangan proyek BEN, capaian di tingkat desa dan kabupaten, hingga tantangan dalam membangun ekosistem yang semakin inklusif bagi anak dan remaja dengan disabilitas.

Scroll down to see content
Advertisement

Proyek BEN merupakan inisiatif yang didukung Liliane Fonds Netherlands dan dilaksanakan di Banyuwangi melalui kolaborasi Rumah Literasi Indonesia (RLI) bersama Aura Lentera Indonesia.

Program tersebut menggunakan pendekatan berbasis hak serta Rehabilitation Based on Community (RBM/CBR) dengan fokus pada penguatan kapasitas anak dan remaja dengan disabilitas, keluarga, organisasi penyandang disabilitas (OPDis), serta jejaring di tingkat desa dan kabupaten.

Founder Rumah Literasi Indonesia, Tunggul Harwanto, mengatakan penguatan jejaring menjadi bagian penting untuk memastikan anak dan remaja dengan disabilitas dapat memperoleh haknya secara lebih baik.

Menurutnya, proyek BEN tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga membangun sistem yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

“BEN tidak hanya berbicara tentang kegiatan bagi anak dan remaja dengan disabilitas, tetapi bagaimana membangun sistem yang melibatkan keluarga, OPDis, pemerintah desa, pemerintah daerah dan berbagai pihak. Ketika jejaring ini bekerja bersama, peluang untuk menghadirkan lingkungan yang lebih inklusif menjadi semakin kuat,” ujar Tunggul Harwanto, Selasa (22/9/2026).

Perkuat Peran Organisasi Penyandang Disabilitas

Dalam implementasinya, proyek BEN mendorong organisasi penyandang disabilitas agar semakin aktif mengambil peran dalam memimpin gerakan inklusi di tingkat desa.

READ  Harga Emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian Kompak Melemah per 15 Mei 2026

Empat organisasi penyandang disabilitas dilibatkan sebagai mitra pengembangan, yakni DMI, Gerkatin, Pertuni, dan Persawangi.

Keterlibatan organisasi penyandang disabilitas dinilai penting karena mereka memiliki pengalaman dan perspektif langsung dalam mengidentifikasi kebutuhan serta mendorong pemenuhan hak penyandang disabilitas di lingkungan masyarakat.

Selain penguatan OPDis, proyek BEN juga memberikan perhatian terhadap peningkatan peran keluarga. Orang tua dan caregiver didorong untuk memahami hak anak dan remaja dengan disabilitas, sekaligus mendukung akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan.

Keluarga juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan bagi anak dan remaja dengan disabilitas.

Libatkan Anak dan Remaja dalam Pengambilan Peran

Implementasi proyek BEN juga terhubung dengan sejumlah inisiatif kepemudaan, di antaranya Meaningful Youth Participation (MYP) dan Body Talk.

Melalui program tersebut, anak dan remaja dengan disabilitas mendapatkan ruang untuk menyampaikan pendapat, terlibat dalam berbagai kegiatan, serta mengambil peran dalam isu yang berkaitan langsung dengan kehidupan mereka.

Pendekatan tersebut mendorong agar anak dan remaja dengan disabilitas tidak hanya menjadi penerima manfaat program, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dan menyampaikan kebutuhan maupun aspirasinya.

Pertemuan antara Liliane Fonds Netherlands dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan dalam menjaga keberlanjutan hasil proyek BEN.

Dukungan pemerintah daerah dinilai penting agar pendekatan inklusi tidak berhenti pada kegiatan proyek, tetapi dapat terus terintegrasi dalam sistem dan layanan yang tersedia di masyarakat.

Melalui kolaborasi antara masyarakat, organisasi penyandang disabilitas, pemerintah desa, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, sektor swasta, dan organisasi masyarakat sipil, proyek BEN mendorong terbentuknya jejaring yang semakin kuat.

Upaya tersebut diarahkan untuk memastikan anak dan remaja dengan disabilitas di Banyuwangi memiliki akses terhadap layanan dasar, mendapatkan perlindungan dari kekerasan, dapat berpartisipasi dalam kehidupan sosial, serta memperoleh kesempatan yang setara untuk berkembang di lingkungan keluarga dan masyarakat. (CDA)