News

Tim SAR Evakuasi Korban Kecelakaan ATR 42-500 Lewat Jalur Udara di Pegunungan Lampeso

394
×

Tim SAR Evakuasi Korban Kecelakaan ATR 42-500 Lewat Jalur Udara di Pegunungan Lampeso

Sebarkan artikel ini
Tim SAR gabungan melakukan evakuasi terhadap salah satu korban pesawat ATR 42-500 menggunakan helikopter, Rabu, 21 Januari 2026 (Foto: Humas SAR Makassar)

THEINDONEWS.COM – Tim SAR gabungan kembali mengevakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 pada hari kelima operasi pencarian. Proses evakuasi berhasil dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter, seiring kondisi cuaca yang mendukung di kawasan pegunungan Lampeso, Sulawesi Selatan, Rabu (21/1/2026).

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kelas A Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan evakuasi dilakukan sejak pagi hari setelah cuaca dinyatakan aman untuk penerbangan.

Scroll down to see content
Advertisement

“Alhamdulillah, cuaca hari ini sangat mendukung sehingga evakuasi bisa kami lakukan sesuai rencana,” ujar Andi Sultan.

Helikopter Dolphin milik Basarnas dengan nomor registrasi HR-3601 diberangkatkan dari Makassar menuju lokasi evakuasi pada pukul 07.47 WITA. Setibanya di titik sasaran, tim langsung melakukan evakuasi korban menggunakan metode hoist karena medan lokasi yang curam dan sulit dijangkau melalui jalur darat.

Setelah berhasil diangkat, korban dinaikkan ke dalam helikopter dan diterbangkan menuju pangkalan udara terdekat untuk penanganan lanjutan. Helikopter kemudian mendarat dengan aman kembali di Makassar pada pukul 08.15 WITA.

“Setelah landing, korban langsung kami serahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi lebih lanjut. Tidak terdapat kendala berarti dalam proses evakuasi kali ini,” kata Andi.

Ia menambahkan, kondisi cuaca yang kondusif sangat membantu kelancaran seluruh tahapan evakuasi. Usai proses tersebut, Basarnas kembali membagi personel ke dalam beberapa tim pencarian.

Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta potensi SAR lainnya kembali melakukan penyisiran di sekitar kawasan Lampeso. Pencarian difokuskan pada area yang dinilai masih berpotensi menemukan korban lainnya.

“Tim satu dan dua melanjutkan pencarian dari Pos 9 dan menyisir area sekitar lokasi penemuan jenazah sebelumnya. Penambahan personel kami lakukan secara bertahap melalui sistem rotasi untuk menjaga kondisi fisik tim,” jelasnya.

READ  Nadiem Makarim Tersangka Chromebook: "Tuhan Lindungi Saya, Kebenaran Akan Keluar"

Meski pada hari-hari sebelumnya pencarian sempat terkendala kabut tebal dengan jarak pandang nol, upaya penyisiran tetap dilanjutkan. “Kami akan mengulang penyisiran di titik-titik yang masih berpotensi seperti hari sebelumnya,” ujar Andi.

Evakuasi ini merupakan bagian dari Operasi SAR kecelakaan pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT yang jatuh di kawasan pegunungan Sulawesi Selatan. (HTM)