News

Gunung Semeru Erupsi Lima Kali, Letusan Tertinggi Capai 1,2 Kilometer

287
×

Gunung Semeru Erupsi Lima Kali, Letusan Tertinggi Capai 1,2 Kilometer

Sebarkan artikel ini

THEINDONEWS.COM – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali meningkat. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami lima kali erupsi berturut-turut pada Kamis (25/6/2026) pagi, dengan tinggi kolom letusan utama mencapai 1,2 kilometer di atas puncak.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, mengungkapkan bahwa erupsi terbesar dari rangkaian letusan hari ini terjadi pada pukul 09.24 WIB.

Scroll down to see content
Advertisement

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke selatan. Tinggi kolom letusan sekitar 1,2 kilometer di atas puncak, atau mencapai 4.876 meter di atas permukaan laut,” ujar Liswanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/6/2026).

Kronologi Rentetan Erupsi Semeru
Berdasarkan catatan Pos Pengamatan Gunung Semeru, aktivitas seismik dan semburan abu vulkanik sudah mulai terjadi sejak subuh. Berikut adalah rincian urutan waktu lima erupsi Semeru pada hari ini:

Pukul 05.44 WIB: Tinggi kolom abu teramati sekitar 700 meter di atas puncak.

Pukul 06.36 WIB: Tinggi kolom abu meningkat menjadi 900 meter.

Pukul 06.51 WIB: Kolom abu teramati setinggi 600 meter.

Pukul 07.32 WIB: Kolom abu kembali mencapai ketinggian 700 meter.

Pukul 09.24 WIB: Erupsi puncak dengan tinggi kolom abu mencapai 1,2 kilometer.

Status Siaga (Level III) dan Rekomendasi Keamanan
Hingga saat ini, tingkat aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih bertahan pada Status Level III (Siaga). Mengingat potensi bahaya yang masih tinggi, pihak otoritas mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat bagi masyarakat setempat, pendaki, maupun wisatawan:

1. Sektor Tenggara (Besuk Kobokan)
Dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

READ  BMKG Jelaskan Penyebab Suhu Panas Ekstrem di Indonesia: Kombinasi Gerak Semu Matahari dan Monsun Australia

Di luar jarak tersebut, masyarakat dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer.

2. Radius Steril Puncak
Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

3. Waspada Aliran Lahar Dingin
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan banjir lahar dingin di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru.

Wilayah sungai yang wajib diwaspadai antara lain: Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta wilayah anak-anak sungai di sekitarnya. (NKM)