THEINDONEWS.COM – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menggelar doa bersama dan memberikan santunan kepada anak yatim dalam rangka memperingati 10 Muharram 1448 Hijriah atau Hari Asyura di Masjid Babussalam, Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk memohon keberkahan, keselamatan, serta perlindungan Allah SWT bagi masyarakat Banyuwangi sekaligus memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial di bulan Muharram.
Doa bersama diikuti Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Sekretaris Daerah Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi KH Muhaimin Asmuni. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim.
Dalam sambutannya, Ipuk berharap momentum Hari Asyura menjadi sarana untuk memohon ampunan, keberkahan, serta perlindungan dari Allah SWT bagi seluruh masyarakat Banyuwangi.
“Semoga dengan tahlil dan doa yang kita panjatkan di hari Asyura ini, Allah akan memberikan pengampunan kepada kita semua,” ujar Ipuk.
Ia juga berharap seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Banyuwangi senantiasa diberikan kemudahan dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.
“Semoga Allah juga senantiasa membimbing, melindungi, serta memberikan kemudahan bagi kita dalam melayani masyarakat,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Ipuk mengajak masyarakat memanfaatkan bulan Muharram dengan memperbanyak ibadah dan amal kebaikan. Menurutnya, Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam sehingga menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama melalui sedekah dan berbagai bentuk ibadah lainnya.
“Bulan Muharram termasuk bulan yang dimuliakan. Di bulan ini umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan, termasuk puasa dan sedekah. Maka, mari kita perbanyak sedekah agar hidup semakin berkah,” ucapnya.
Selain mengajak masyarakat meningkatkan ibadah, Ipuk juga berpesan kepada seluruh ASN agar menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan dan menjadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai bentuk pengabdian.
Menurutnya, setiap pekerjaan yang dilakukan dengan niat memberikan manfaat akan menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Jangan pernah menganggap tugas kita sebagai beban, melainkan jadikan itu sebagai instrumen untuk menciptakan kebaikan. Dengan begitu, apa yang kita kerjakan betul-betul bisa menghadirkan solusi terhadap permasalahan yang ada di lapangan. Mari kita terus bergandengan tangan, perkuat kolaborasi untuk membawa Banyuwangi semakin baik lagi,” ungkap Ipuk.
Melalui doa bersama dan santunan anak yatim pada peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berharap semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta nilai-nilai keagamaan terus tumbuh di tengah masyarakat sebagai fondasi dalam mewujudkan Banyuwangi yang semakin maju, harmonis, dan sejahtera. (AIW)




