News

ITS Cetak 1.000 Siswa Tangguh Bencana Lewat Edukasi dan Simulasi

342
×

ITS Cetak 1.000 Siswa Tangguh Bencana Lewat Edukasi dan Simulasi

Sebarkan artikel ini
(Foto: Humas ITS)

THEINDONEWS.COM – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membekali 1.000 siswa mulai jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) dengan pengetahuan dan keterampilan menghadapi bencana. Program ini menjadi upaya menanamkan budaya sadar bencana sekaligus membangun kesiapsiagaan sejak usia sekolah.

Program bertajuk Gerakan Seribu Siswa Sahabat Tangguh Bencana tersebut diinisiasi melalui Pusat Studi Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (MKPI) ITS. Kegiatan ini resmi diluncurkan di Gedung Pusat Robotika ITS dengan melibatkan pelajar dari kawasan Gerbangkertosusilo, meliputi Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan.

Scroll down to see content
Advertisement

Mewakili Gubernur Jawa Timur, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Dr. Adhy Karyono, AKS, MAP menegaskan pentingnya penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.

Menurutnya, kesiapsiagaan yang dibangun sebelum bencana terjadi dapat mengurangi risiko dan dampak saat memasuki situasi darurat.

“Ketika kesiapsiagaan mitigasinya kuat, 70 persen risiko dapat berkurang saat tanggap darurat,” kata Adhy, Jumat (30/10/2026).

Ia mengingatkan bahwa masyarakat perlu memiliki kemampuan dasar untuk menyelamatkan diri sebelum bantuan dari petugas datang. Sebab, warga yang berada di lokasi kejadian merupakan pihak pertama yang dapat melakukan tindakan penyelamatan.

“Pada kesempatan pertama, jangan berharap langsung ada yang menolong, kita harus menolong diri sendiri dulu,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS Prof. Nurul Widiastuti, S.Si., M.Si., Ph.D. menilai edukasi kebencanaan perlu diberikan sejak dini melalui lingkungan pendidikan.

Ia berharap 1.000 siswa yang mengikuti program tersebut tidak hanya memahami cara menghadapi bencana, tetapi juga mampu menjadi duta kebencanaan di sekolah, keluarga, dan lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Ketua Pusat Studi MKPI ITS Hepi Hapsari Handayani, S.T., M.Sc., Ph.D. menjelaskan, Indonesia, termasuk Jawa Timur, memiliki beragam potensi bencana. Kondisi tersebut menuntut masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat.

READ  Dua Gol Joao Pedro dan Caicedo Bawa Chelsea Bungkam AC Milan

Untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan mudah dipahami, ITS menghadirkan berbagai metode edukasi interaktif. Di antaranya simulasi berbasis Virtual Reality (VR), Education Booth, serta pelatihan praktik sesuai dengan jenjang pendidikan peserta.

Wakil Ketua Pusat Studi MKPI ITS Dr. Berlian Al-Kindhi, S.ST., M.T. mengatakan, program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan peserta, tetapi juga mendorong mereka menyebarluaskan edukasi kebencanaan kepada masyarakat.

“Mereka bisa menjadi agen di sekolah, keluarga, dan lingkungan untuk memberitahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, siswa mendapatkan materi dan simulasi yang disesuaikan dengan usia serta kebutuhan masing-masing jenjang pendidikan.

Siswa SD mengikuti simulasi pemadaman api bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar). Sementara itu, pelajar SMP dan SMA memperoleh pelatihan keselamatan diri, pertolongan pertama, hingga prosedur evakuasi ketika terjadi bencana.

Pelatihan tersebut melibatkan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) ITS bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur.

Melalui Gerakan Seribu Siswa Sahabat Tangguh Bencana, ITS berharap pengetahuan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana semakin meluas di kalangan pelajar. Lebih dari itu, para siswa diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu membangun budaya sadar bencana mulai dari sekolah, keluarga, hingga masyarakat. (WUE)