News

Timsus Gabungan Temukan Black Box Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

228
×

Timsus Gabungan Temukan Black Box Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

Sebarkan artikel ini
Serpihan dari badan Pesawat ATR 42-500 yang ditemukan oleh SAR Gabungan di lereng Gunung Bulusaraung, Pangkep, Senin, 19 Januari 2026.(Foto:Dok/Humas Basarnas Makassar)

THEINDONEWS.COM – Tim khusus (timsus) gabungan akhirnya berhasil menemukan black box pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Kotak hitam tersebut ditemukan masih menempel pada bagian ekor pesawat yang berada di lereng terjal gunung.

Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, mengatakan black box ditemukan pada Rabu, 21 Januari 2026, sekitar pukul 11.00 WITA. Penemuan dilakukan oleh tim khusus gabungan yang terdiri dari personel Yonif 700 Raider Ida Yudha Sakti, Basarnas, dan Tim Reaksi Cepat Bosowa.

Scroll down to see content
Advertisement

“Kita bersyukur, pada pukul 11.00 WITA tim khusus yang kita bentuk bersama berhasil menemukan black box pesawat,” kata Dody saat memberikan keterangan di Posko Operasi SAR Gabungan, Kabupaten Pangkep, Rabu (21/1/2026).

Dody menjelaskan, black box berada di dalam potongan ekor pesawat yang terletak pada kedalaman sekitar 131 hingga 150 meter dari puncak Gunung Bulusaraung. Medan yang curam dan berisiko tinggi menjadi tantangan utama dalam proses pencarian dan evakuasi.

“Black box berada di bagian dalam potongan ekor pesawat. Saat ini sudah kami lepaskan dari dudukannya dan sedang dalam proses evakuasi menuju posko,” ujarnya.

Proses evakuasi kotak hitam tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar tiga jam dengan mempertimbangkan kondisi medan serta faktor keselamatan personel. Meski demikian, Dody menyebutkan kondisi cuaca relatif mendukung saat tim melakukan penurunan dari lokasi temuan.

Terkait kondisi fisik black box, Dody menyampaikan bahwa secara visual kotak hitam tersebut tampak utuh. Namun, kepastian kondisi dan kelayakan data di dalamnya masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

“Secara visual terlihat utuh, tetapi kami masih menggunakan istilah dugaan. Penetapan dan pemeriksaan detail akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT),” ucapnya.

READ  Kejagung Sita 42 Ribu Ton Mineral Senilai Rp216 Miliar Milik Terpidana Kasus Timah

Dody menambahkan, posisi ekor pesawat sebenarnya telah teridentifikasi secara visual sejak beberapa hari sebelumnya. Namun tim belum dapat menjangkau lokasi tersebut karena kontur tebing yang sangat terjal dan membahayakan keselamatan petugas.

Selanjutnya, penanganan dan pengamanan black box akan dilakukan sesuai arahan pimpinan serta melalui koordinasi dengan Basarnas dan instansi terkait. Data dari kotak hitam tersebut diharapkan dapat menjadi kunci untuk mengungkap penyebab kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung. (MNQ)