News

Semeru Siaga: Kolom Abu Fluktuatif hingga 1.000 Meter, Warga Diminta Waspadai Awan Panas

299
×

Semeru Siaga: Kolom Abu Fluktuatif hingga 1.000 Meter, Warga Diminta Waspadai Awan Panas

Sebarkan artikel ini
Aktivitas Semeru meningkat. (Foto: PVMBG)

THEINDONEWS.COM – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Provinsi Jawa Timur masih berada pada level III atau siaga. Hingga saat ini, karakter letusan terpantau sangat bervariasi dengan tinggi kolom abu yang terus berubah mengikuti kondisi alam di sekitar kawah.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, menjelaskan bahwa tinggi kolom letusan mengalami fluktuasi setiap hari. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kekuatan embusan angin serta arah pergerakan material vulkanik di area puncak.

Scroll down to see content
Advertisement

“Letusan sudah menjadi karakteristik dengan ketinggian kolom berkisar 400 meter. Namun akhir-akhir ini bisa mencapai hingga 1.000 meter, tergantung arah angin,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).

Liswanto mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya, terutama kemunculan awan panas guguran (APG) yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Risiko tersebut meningkat apabila terjadi penumpukan material berupa lidah lava di sekitar kawah.

Menurutnya, pemantauan visual terus dilakukan untuk mendeteksi adanya endapan material yang berpotensi memicu awan panas. “Jika endapan mulai terbentuk dan intensitas guguran meningkat, maka potensi awan panas juga semakin besar,” jelasnya.

Wilayah yang berpotensi terdampak berada di sektor tenggara, khususnya sepanjang aliran Besuk Kobokan yang mengarah ke Kecamatan Candipuro hingga wilayah Kabupaten Lumajang. Kawasan ini menjadi jalur utama aliran material vulkanik saat terjadi erupsi.

Selain itu, otoritas terkait juga terus memantau arah sebaran abu vulkanik dari kejauhan. Arah lontaran abu sangat dipengaruhi oleh kondisi angin di puncak gunung, sehingga dapat berubah sewaktu-waktu.

Informasi tersebut turut disampaikan kepada otoritas penerbangan sebagai langkah antisipasi terhadap gangguan jalur udara. Rekomendasi juga telah diberikan kepada masyarakat, khususnya warga yang tinggal di kawasan rawan serta yang beraktivitas di area pertambangan di sekitar gunung.

READ  143,9 Juta Orang Diperkirakan Mudik, Puncak Kepadatan 16–18 Maret

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan guna meminimalisir risiko bencana akibat aktivitas vulkanik yang masih tinggi. (QCM)