THEINDONEWS.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya kenaikan kasus penyakit dengan gejala menyerupai influenza atau Influenza-Like Illness (ILI) sepanjang 2026.
Berdasarkan laporan yang dihimpun Dinkes Banyuwangi, kasus ILI rata-rata mencapai sekitar 8.500 kasus per bulan. Peningkatan tersebut dilaporkan terjadi di hampir seluruh puskesmas di wilayah Banyuwangi.
Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, mengatakan peningkatan kasus ILI tidak hanya terjadi di Banyuwangi. Sejumlah kabupaten dan kota lain di Jawa Timur juga melaporkan kondisi serupa.
“Ini tidak hanya di Banyuwangi, tapi beberapa kabupaten/kota lain juga melaporkan peningkatan kasus. Di hampir semua puskesmas juga melaporkan ada peningkatan kasus,” kata Amir, Kamis (24/9/2026).
Menurut Amir, hingga saat ini Dinkes Banyuwangi belum dapat memastikan apakah kenaikan kasus tersebut berkaitan dengan virus Influenza A. Untuk mengetahui jenis atau strain virus secara spesifik, diperlukan pemeriksaan laboratorium khusus.
Sementara itu, fasilitas pemeriksaan yang tersedia di Banyuwangi saat ini baru dapat mendeteksi adanya infeksi virus secara umum dan belum mampu menentukan strain influenza secara spesifik.
Karena itu, kasus yang menunjukkan gejala menyerupai influenza untuk sementara dikategorikan sebagai ILI. Dinkes Banyuwangi juga meminta tenaga kesehatan meningkatkan kewaspadaan terhadap Severe Acute Respiratory Infection (SARI) atau infeksi saluran pernapasan akut berat.
Kondisi SARI perlu mendapatkan perhatian lebih karena membutuhkan penanganan dan pemantauan medis lebih lanjut, terutama apabila pasien mengalami gejala gangguan pernapasan yang semakin berat.
Amir mengatakan peningkatan kewaspadaan tersebut juga dilakukan setelah terbitnya surat edaran Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota.
Surat edaran tersebut kemudian diteruskan oleh Dinkes Banyuwangi kepada tenaga kesehatan dan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di daerah tersebut.
“Kita meminta peningkatan kewaspadaan, respons cepat, dan upaya pencegahan, termasuk memperkuat komunikasi informasi kepada masyarakat agar lebih waspada,” ujar Amir.
Dinkes Banyuwangi mengimbau masyarakat tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan penyakit infeksi saluran pernapasan.
Masyarakat yang mengalami gejala flu juga disarankan menggunakan masker, terutama saat berada di ruang publik atau berinteraksi dengan orang lain.
Selain itu, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam, batuk, atau sesak napas yang tidak kunjung membaik.
Dinkes Banyuwangi menegaskan bahwa peningkatan kasus ILI tersebut masih terus dipantau. Penguatan deteksi dini, respons cepat, serta edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting untuk mengantisipasi perkembangan kasus gangguan pernapasan di Banyuwangi. (NHU)




