News

350 Peserta Bersihkan Kali Tebu Surabaya, 3,12 Ton Sampah Diangkut

400
×

350 Peserta Bersihkan Kali Tebu Surabaya, 3,12 Ton Sampah Diangkut

Sebarkan artikel ini
foto Istimewa

THEINDONEWS.COM – Peringatan Hari Sungai Sedunia atau World Rivers Day 2026 menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian sungai. Di Kota Surabaya, sekitar 350 peserta mengikuti patroli dan aksi bersih sungai di Kali Tebu, Minggu (27/9/2026).

Kegiatan yang digelar Ecoton bersama Satgas Sungai Lestari Kali Tebu tersebut dipusatkan di SMPN 58 Surabaya dan dihadiri langsung Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Muhammad Fikser.

Scroll down to see content
Advertisement

Aksi bersih sungai dilakukan dengan membagi Kali Tebu menjadi tiga zona, yakni segmen hulu, tengah, dan hilir. Dari kegiatan tersebut, para peserta berhasil mengangkut 3.121,72 kilogram atau sekitar 3,12 ton sampah dari Kali Tebu.

Ketua Satgas Sungai Lestari Kali Tebu, Ayu, mengatakan jumlah sampah yang berhasil diangkut dalam satu kegiatan menunjukkan bahwa persoalan sampah di Kali Tebu masih membutuhkan penanganan bersama dan pengawasan secara rutin.

“Dalam satu kegiatan hari ini, dari tiga zona kami berhasil mengangkat 3,12 ton sampah. Ini menunjukkan bahwa persoalan sampah di Kali Tebu masih membutuhkan kerja bersama dan pengawasan yang dilakukan secara rutin,” ujar Ayu.

Pemkot Surabaya Apresiasi Gerakan Bersih Sungai

Kepala DLH Kota Surabaya Muhammad Fikser mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam aksi bersih Kali Tebu. Menurutnya, kolaborasi masyarakat, komunitas lingkungan, dan pemerintah menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi sungai.

“Kami sangat senang dan merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini, dalam momentum Hari Sungai Sedunia. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak termasuk Ecoton, Lohjinawi, dan Satgas Sungai Lestari Kali Tebu, serta seluruh masyarakat dan peserta yang hari ini ikut bersama-sama membersihkan Kali Tebu,” ujar Fikser.

READ  PGN Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Gresik tentang Keselamatan dan Keamanan Infrastruktur Gas.

Ia mengatakan, kegiatan seperti ini mulai menunjukkan perubahan perilaku masyarakat. Warga yang sebelumnya kurang peduli terhadap kondisi sungai mulai terlibat dalam berbagai upaya menjaga kebersihan Kali Tebu.

“Saat ini sudah mulai terlihat perubahan-perubahan perilaku masyarakat yang awalnya tidak peduli pada sungai, sekarang sudah mulai banyak yang peduli terhadap sungai,” imbuhnya.

300 Liter Eco Enzyme Dituangkan ke Kali Tebu

Selain aksi bersih sungai, Ecoton menggandeng Komunitas Relawan Eco Enzyme Nusantara Cabang Surabaya dalam kegiatan penuangan eco enzyme ke aliran Kali Tebu.

Sebanyak 200 botol eco enzyme dengan volume masing-masing 1,5 liter dituangkan ke sungai. Total terdapat sekitar 300 liter eco enzyme yang digunakan dalam rangkaian peringatan Hari Sungai Sedunia 2026.

Christiany Tanzil dari Komunitas Relawan Eco Enzyme Nusantara Cabang Surabaya mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan perairan.

“Eco enzyme yang dituangkan ke sungai merupakan bagian dari upaya kami untuk membantu menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan perairan, sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli dan terlibat dalam menjaga sungai,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga melibatkan para siswa SMPN 58 Surabaya. Para pelajar melakukan penanaman pohon di bantaran Kali Tebu sebagai bagian dari edukasi lingkungan.

Kepala SMPN 58 Surabaya, Suharti, mengatakan keterlibatan pelajar dalam kegiatan lingkungan penting untuk membangun kepedulian sejak dini.

“Menanam pohon adalah langkah sederhana yang bisa dilakukan siswa untuk ikut menjaga lingkungan. Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar tentang lingkungan di kelas, tetapi juga terlibat langsung merawat Kali Tebu dan memahami bahwa menjaga sungai adalah tanggung jawab kita bersama,” kata Suharti.

Program Sungai Lestari Dorong Pencegahan Sampah dari Sumber

READ  Ketegangan Arktik Meningkat, Denmark Kirim Pasukan ke Greenland

Aksi bersih Kali Tebu merupakan bagian dari Program Sungai Lestari yang sejak Juni 2026 berjalan di Kota Surabaya melalui intervensi di Kali Tebu dan Kali Mrutu.

Program ini merupakan kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Uni Emirat Arab yang dikoordinasikan Kementerian Koordinator Bidang Pangan dengan dukungan Kementerian Lingkungan Hidup. Implementasinya dilakukan UNDP Indonesia bersama Clean Rivers melalui Sekretariat Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL).

Program Sungai Lestari menggunakan pendekatan kolaboratif dengan melibatkan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, kelompok masyarakat tingkat RT/RW, perempuan, pemulung, pengepul hingga sekolah.

Intervensi yang dilakukan tidak hanya berupa pengangkutan sampah. Program ini juga mencakup pemasangan trash boom dan mini dock, pemilahan dan pengolahan sampah, pencegahan sampah dari sumber, serta edukasi untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat.

Di Surabaya, Program Sungai Lestari melibatkan Ecoton dan Yayasan Lohjinawi.

122,5 Ton Sampah Dievakuasi dari Kali Tebu

Melalui program Mission for Zero Plastic Leakage (MOZAIK) Kali Tebu Surabaya, Ecoton juga memperkuat upaya mencegah pencemaran dan kebocoran sampah dari Kali Tebu menuju laut.

Ecoton memasang pencegat sampah atau trash boom di sejumlah titik, antara lain segmen hulu di Kelurahan Kapas Madya Baru dan Simorto serta segmen tengah di Kelurahan Sidotopo Wetan dan Tanah Kali Kedinding.

Data Ecoton menunjukkan, selama periode Mei hingga September 2026, sebanyak 122,5 ton sampah berhasil dievakuasi dari Kali Tebu. Dari jumlah tersebut, sekitar 95,9 ton sampah telah dipilah.

Hasil pemilahan menunjukkan sampah didominasi residu sebesar 84,1 persen, sampah organik 7,6 persen, dan sampah daur ulang 8,32 persen.

Lima jenis sampah yang paling banyak ditemukan meliputi residu lainnya sebanyak 50,16 ton atau 53,35 persen, popok 30,51 ton atau 32,44 persen, organik lainnya seperti daun dan bangkai hewan 3,5 ton atau 3,73 persen, organik kayu, ranting dan batok kelapa sekitar 3 persen, serta plastik kresek sebanyak 2,3 ton.

READ  Musim Kemarau Tiba, BPBD Sampang Minta Masyarakat Bijak Gunakan Air

Temuan tersebut menunjukkan bahwa persoalan pencemaran Kali Tebu Surabaya tidak hanya berkaitan dengan sampah plastik. Tingginya timbulan residu dan sampah popok juga menunjukkan masih adanya sampah rumah tangga yang masuk ke lingkungan dan aliran sungai.

Direktur Eksekutif Ecoton, Daru Setyorini, mengatakan data pemilahan menjadi penting untuk mengetahui karakteristik sampah yang masuk ke sungai.

“Data pemilahan menjadi penting karena kita bisa melihat sampah apa yang sebenarnya masuk ke sungai. Karakteristik dan komposisi sampah di Kali Tebu bisa mendorong solusi penyelesaian masalah harus dimulai dari pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga dan lingkungan,” ucap Daru.

Program Sungai Lestari Diperluas ke Sejumlah Daerah

Program Sungai Lestari tidak hanya dilaksanakan di Surabaya. Sejak awal Agustus 2026, program tersebut diperluas ke Kota Surakarta melalui intervensi di Sungai Premulung.

Mulai Oktober 2026, Program Sungai Lestari direncanakan beroperasi di Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Badung, Kota Denpasar, dan Kota Bekasi.

Perluasan program tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan sampah sungai secara kolaboratif sekaligus mendorong pencegahan kebocoran sampah dari daratan menuju laut.

Momentum Hari Sungai Sedunia 2026 di Kali Tebu Surabaya pun menegaskan bahwa menjaga sungai bukan hanya soal membersihkan sampah yang sudah terlanjur masuk ke aliran air. Pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga, edukasi masyarakat, pengawasan rutin, serta keterlibatan berbagai elemen menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem sungai. (AUE)