News

BRI Sidoarjo Siapkan Layanan Transaksi dan Pembiayaan untuk 544 Tenant Safe n Lock

279
×

BRI Sidoarjo Siapkan Layanan Transaksi dan Pembiayaan untuk 544 Tenant Safe n Lock

Sebarkan artikel ini
Arvian Tristianto (kiri) bersama Adi Saputra Tedjasurya berbincang santai disela acara East Java Investment Forum 2026 di Grand City Convention Surabaya

THEINDONEWS.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Region 12 Surabaya melalui BRI Kantor Cabang Sidoarjo terus memperkuat kerja sama dengan Kawasan Industri Safe n Lock Sidoarjo. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperluas akses layanan perbankan sekaligus mendukung kebutuhan transaksi dan pembiayaan para pelaku usaha di kawasan industri tersebut.

Branch Office Head BRI Sidoarjo, Arvian Tristianto, mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya BRI untuk semakin mendekatkan layanan kepada nasabah, khususnya para pelaku usaha yang menjalankan aktivitas bisnis di Kawasan Industri Safe n Lock.

Scroll down to see content
Advertisement

Menurut Arvian, Safe n Lock memiliki potensi bisnis yang besar. Saat ini terdapat sekitar 544 tenant yang beroperasi di kawasan tersebut. Jumlah tersebut menjadi peluang pengembangan layanan perbankan, mulai dari transaksi, pembiayaan, hingga pemanfaatan layanan digital.

Dari total tenant tersebut, sekitar 24 persen telah tercatat sebagai nasabah BRI dari sisi transaksi. Dengan demikian, masih terdapat lebih dari 75 persen tenant yang menjadi potensi untuk dikembangkan menjadi nasabah BRI.

“Tujuannya kita ingin memberikan layanan terbaik untuk para nasabah. Kebutuhan layanan transaksi perbankan dari para nasabah bisa kami layani lebih cepat. Apalagi potensi yang bisa kita garap sangat besar,” ujar Arvian, Jumat (2/10/2026).

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, BRI tidak hanya menyediakan layanan transaksi perbankan konvensional. Perseroan juga mendorong pemanfaatan layanan digital seperti BRImo dan Qlola, termasuk layanan cash management yang dapat menunjang aktivitas operasional perusahaan di kawasan industri.

Selain layanan transaksi, kerja sama BRI dengan Safe n Lock juga membuka peluang pembiayaan bagi para tenant. Salah satunya pembiayaan bagi pelaku usaha yang membutuhkan dukungan finansial untuk membeli maupun melakukan investasi gudang di kawasan industri tersebut.

READ  Makkah Route Dipantau, Menhaj dan Dubes Arab Saudi Tinjau Pelayanan di Soetta

“Kalau ada tenant yang mau beli atau investasi gudang di Safe n Lock, itu bisa kita support karena ada program khusus BRI dengan Safe n Lock,” tambah Arvian.

BRI juga telah melayani kebutuhan payroll sejumlah tenant di Safe n Lock. Namun, penetrasi layanan payroll tersebut saat ini baru sekitar 1 persen dari total tenant sehingga masih terbuka ruang pengembangan yang cukup besar.

Karena itu, BRI Sidoarjo akan terus memperluas penetrasi layanan perbankan di kawasan tersebut. Targetnya, semakin banyak tenant yang memanfaatkan layanan BRI untuk kebutuhan transaksi maupun pembiayaan usaha.

“Harapannya seluruh tenant di Safe n Lock itu bisa kita akuisisi,” ungkap Arvian.

Dorong Ekosistem Industri

Sementara itu, Direktur Utama PT Marba Berkah Amanda Tbk, pengelola Kawasan Industri Safe n Lock dan Halal Industrial Park atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Adi Saputra Tedjasurya, mengatakan kehadiran BRI menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem kawasan industri.

Menurut Adi, pelaku industri tidak hanya membutuhkan lokasi untuk menjalankan usaha, tetapi juga membutuhkan dukungan layanan keuangan yang dapat menunjang aktivitas bisnis dan transaksi sehari-hari.

“Untuk mengembangkan suatu usaha, kita perlu mitra perbankan yang bisa men-support kita. Dan tentunya men-support klien-klien kita untuk transaksinya di dalam kawasan,” ujar Adi.

Karena itu, keberadaan kantor kas BRI di kawasan Safe n Lock diharapkan semakin memudahkan tenant dalam mengakses layanan perbankan tanpa harus keluar dari kawasan industri.

Saat ini kerja sama antara BRI dan Safe n Lock mencakup layanan transaksi dan perbankan. Ke depan, dukungan tersebut berpeluang diperluas, termasuk dalam aspek pembiayaan bagi pelaku usaha yang beroperasi di kawasan.

Adi menjelaskan, pihaknya memiliki izin kawasan industri dengan luasan mencapai sekitar 1.800 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 200 hektare saat ini telah dioperasikan sebagai Kawasan Industri Safe n Lock dengan jumlah 544 tenant.

READ  May Day 2026, Polisi Amankan dan Rekayasa Lalin Sidoarjo–Surabaya

Selain itu, terdapat sekitar 796 hektare yang digunakan untuk pengembangan Kawasan Industri Halal atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Untuk Kawasan Industri Halal, pengembangan saat ini telah mencapai sekitar 15 hektare. Sejumlah industri telah masuk ke kawasan tersebut, terutama sektor UMKM.

Mayoritas pelaku usaha yang berada di kawasan industri halal bergerak di sektor makanan dan minuman serta industri yang berorientasi ekspor.

“Yang sudah berjalan banyak yang ekspor. Ada yang sampai ekspor ke Panama untuk produk cumi-cumi. Bahkan ada pabrik sambal yang juga ekspor sampai ke Jepang,” pungkas Adi.

Kolaborasi BRI Sidoarjo dan Kawasan Industri Safe n Lock tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem bisnis di kawasan industri, sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap layanan transaksi digital, cash management, payroll, dan pembiayaan bagi pelaku usaha.

Dengan jumlah tenant yang terus berkembang, kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antara kebutuhan industri dan layanan perbankan di Sidoarjo. (XOP)