THEINDONEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi bersama organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam merancang serta merelisasikan program pembangunan daerah. Keterlibatan aktif elemen masyarakat, khususnya organisasi keagamaan dan perempuan, dinilai menjadi kunci utama keberhasilan peningkatan kualitas pelayanan publik hingga ke tingkat desa.
Pesan strategis tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Sidoarjo, Subandi, saat menghadiri pengajian rutin Ahad Pahing bertema “Menguatkan Keluarga, Menebar Manfaat, Membangun Peradaban” yang berlangsung di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo. Acara keagamaan ini digagas bersama oleh Majelis Ta’lim Fatimah Zahra dan Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Sidoarjo.
Visi Fatayat NU Sejalan dengan Program Pembangunan Sidoarjo
Dalam sambutannya, Bupati Subandi menekankan betapa pentingnya peran aktif organisasi perempuan seperti Fatayat NU dalam mengawal dan mendampingi program-program pemerintah daerah yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.
“Fatayat, baik tingkat PC, PAC, maupun ranting, memberikan dorongan terutama untuk pelayanan yang berdampak langsung kepada masyarakat. Visi sahabat Fatayat sejalan dengan program pemerintah dalam memberikan sumbangsih serta meningkatkan pelayanan publik,” ujar Subandi dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/9/2026).
Subandi juga menegaskan bahwa fasilitas publik milik pemkab, termasuk Pendopo Delta Wibawa, terbuka lebar sebagai ruang bersama bagi seluruh elemen masyarakat untuk menggelar kegiatan yang positif dan bermanfaat.
“Saya selalu menyampaikan bahwa Pendopo Delta Wibawa ini adalah milik kita bersama, milik masyarakat Sidoarjo. Setiap bulan pasti kita berikan kesempatan untuk kegiatan pengajian dan kegiatan positif lainnya,” lanjutnya.
Perempuan Berdaya Penopang Ketahanan Keluarga dan Sosial
Sementara itu, Ning Uswatun Hasanah yang hadir sebagai penceramah menggarisbawahi peran strategis kaum perempuan dalam membina ketahanan keluarga sekaligus memberikan kontribusi nyata di lingkungan sosial.
“Perempuan berdaya itu adalah perempuan yang bisa bermanfaat, baik di dalam maupun di luar rumah. Untuk mewujudkan keluarga yang harmonis (sakinah), perlu ada sikap saling menghargai dan kemauan untuk terus belajar melalui majelis ilmu,” tutur Ning Uswatun di hadapan ratusan jamaah yang hadir.
Melalui momentum ini, Pemkab Sidoarjo berharap ruang kolaborasi antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa bersama ormas keagamaan dapat semakin diperluas demi terciptanya iklim pembangunan yang inklusif, merata, dan berkelanjutan. (CZV)




