News

ESDM Pastikan Tabung CNG 3 Kg Tak Dijual ke Masyarakat, Berlaku Sistem Tukar

260
×

ESDM Pastikan Tabung CNG 3 Kg Tak Dijual ke Masyarakat, Berlaku Sistem Tukar

Sebarkan artikel ini

THEINDONEWS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan masyarakat tidak perlu membeli tabung Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram apabila program substitusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi mulai diterapkan secara luas.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan tabung CNG nantinya akan menjadi milik badan usaha penyedia. Masyarakat hanya perlu membeli isi gas dan menukarkan tabung kosong dengan tabung yang telah terisi, sebagaimana mekanisme distribusi LPG yang berlaku saat ini.

Scroll down to see content
Advertisement

“Tabungnya itu nanti polanya bukan dibeli oleh masyarakat, tapi milik badan usaha. Jadi, masyarakat tinggal tukar-tukar saja,” kata Laode di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Ia menegaskan, skema tersebut juga bukan sistem penyewaan tabung. Dengan demikian, masyarakat tidak akan dibebani biaya tambahan selain harga isi gas yang dibeli.

“Masyarakat juga tidak sewa. Jadi, masyarakat hanya beli isinya saja,” tambahnya.

Program penggunaan CNG 3 kilogram merupakan bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG yang selama ini terus meningkat dan membebani neraca energi nasional.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan pemerintah bersama PT Pertamina saat ini telah memasuki tahap ketiga uji coba penggunaan tabung CNG 3 kilogram.

Menurut Bahlil, pemanfaatan CNG bukanlah teknologi baru di Indonesia. Selama ini gas alam terkompresi tersebut telah digunakan dalam berbagai sektor komersial melalui tabung berkapasitas 12 kilogram hingga 50 kilogram.

“CNG ini sekarang sudah masuk dalam tahap ketiga untuk gas tabung 3 kilonya bersama Pertamina,” ujar Bahlil.

Ia menjelaskan, penggunaan CNG selama ini telah dimanfaatkan oleh hotel, restoran, jasa katering, hingga dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Karena itu, pemerintah optimistis implementasi pada sektor rumah tangga dapat berjalan dengan baik setelah seluruh tahapan pengujian selesai.

READ  KAI Perpanjang Promo Merdeka Hingga 2025, Diskon Tiket 20 Persen!

Pemerintah menargetkan proses uji coba tahap ketiga dapat rampung dalam waktu dekat sehingga produksi massal tabung CNG 3 kilogram bisa dimulai pada Juli 2026.

“Kalau ini mampu kita lakukan, berarti kita bisa menahan impor LPG,” kata Bahlil.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap konsumsi gas domestik dapat semakin optimal sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Selain mengurangi impor LPG, pemanfaatan CNG juga diharapkan mampu menciptakan sistem distribusi energi yang lebih efisien dengan memanfaatkan pasokan gas bumi dalam negeri. (IEP)