News

Pertamina Patra Niaga Amankan Pengadaan BBM Jauh Hari Sebelum Konflik AS–Iran

364
×

Pertamina Patra Niaga Amankan Pengadaan BBM Jauh Hari Sebelum Konflik AS–Iran

Sebarkan artikel ini
Dirut Pertamina Patra Niaga, Mars Ego Legowo Putra didampingi sejumlah pimpinan PT Pertamina Patra Niaga dan pemerhati sektor energi, Ferdinand Hutahaenan ketika memberi keterangan mengenai keuntungan layanan Serambi My Pertamina, di Rest Area KM 57 Tol Cikampek, pada Senin 16 Maret 2026.

THEINDONEWS.COM – Pertamina Patra Niaga memastikan pengadaan energi nasional tetap aman meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah memanas. Perusahaan telah mengamankan sebagian besar kontrak pengadaan bahan bakar sebelum meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, mengatakan pengadaan bahan bakar dilakukan melalui dua skema kontrak, yakni kontrak jangka panjang (long term) dan pembelian di pasar spot.

Scroll down to see content
Advertisement

“Kebanyakan yang long term daripada yang spot, hampir 90 sampai 95 persen sudah long term, sudah lock sebenarnya. Sebelum terjadi (memanasnya) geopolitik Timur Tengah, kita sudah mengunci pengadaan tersebut,” ujar Mars Ega di Rest Area KM 57 Cikampek, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, langkah tersebut menjadi strategi mitigasi risiko untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Saat ini perusahaan terus memonitor proses pengiriman dari pengadaan yang telah dikontrak sebelumnya.

Mars Ega menjelaskan, perencanaan pengadaan bahan bakar untuk bulan Maret sebenarnya sudah dipersiapkan sejak Januari. Perencanaan tersebut mencakup pasokan yang berasal dari produksi kilang dalam negeri maupun dari kegiatan impor.

“Maret sudah kita persiapkan sejak Januari, jadi sejak Januari Pertamina Patra Niaga sudah menyiapkan perencanaan produk untuk Maret. Baik yang diproduksi oleh kilang maupun yang harus kita impor,” ujarnya.

Dengan perencanaan tersebut, perusahaan tidak perlu melakukan pengadaan secara terburu-buru pada bulan Maret. Pengadaan yang dilakukan pada Januari juga telah melalui proses evaluasi pada Februari.

Ia menambahkan, saat ini stok BBM nasional berada di atas 21 hari dan akan terus diperbarui melalui mekanisme pengisian ulang secara berkala.

“Nanti Maret kita pengadaan lagi, isi lagi. Jadi kalau kita sampaikan hari ini stok di atas 21 hari, itu sebenarnya akan rolling terus ada top-up pengisian,” katanya.

READ  PGN: Bisnis Bertanggung Jawab, Tumbuh Berkelanjutan untuk Masyarakat dan Lingkungan

Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga memastikan ketersediaan bahan bakar selama periode arus mudik Lebaran tetap aman. Masyarakat diminta tidak melakukan panic buying karena stok BBM tersedia di seluruh wilayah operasional perusahaan.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa Indonesia tidak mengimpor BBM dari kawasan Timur Tengah. Ia menjelaskan, impor dari wilayah tersebut hanya berupa minyak mentah (crude oil) sekitar 20 persen dari total impor.

Menurut Bahlil, kebutuhan BBM Indonesia saat ini lebih banyak dipenuhi melalui impor dari kawasan Afrika, Amerika Selatan, dan Asia Tenggara. Bahkan untuk jenis solar, sebagian besar kebutuhan sudah dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Hal tersebut juga didukung oleh program pencampuran biodiesel serta beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan Balikpapan yang meningkatkan kapasitas pengolahan minyak di dalam negeri. (AGW)