THEINDONEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember berkomitmen memperkuat perlindungan dan kemudahan layanan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) maupun Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jember. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Jember Muhammad Fawait dalam kegiatan Gerakan Nasional Migran Aman yang diselenggarakan bersama Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) di Alun-Alun Jember.
Fawait mengatakan, selama ini banyak warga Jember yang harus mengurus berbagai kebutuhan administrasi terkait pekerjaan migran ke sejumlah daerah lain seperti Surabaya, Malang, dan Banyuwangi. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan masyarakat karena membutuhkan biaya dan waktu tambahan.
“Masyarakat selama ini harus ke Surabaya, Malang atau Banyuwangi untuk mengurus berbagai keperluan migran. Kami ingin layanan itu lebih dekat dan mudah diakses,” ujar Fawait, Senin (15/6/2026).
Sebagai langkah konkret, Pemkab Jember telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menghadirkan Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) di Kabupaten Jember. Kehadiran layanan tersebut diharapkan mampu mempercepat dan mempermudah proses administrasi bagi calon pekerja migran maupun pekerja migran yang membutuhkan berbagai layanan perlindungan.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan layanan pemeriksaan kesehatan bagi calon pekerja migran melalui tiga rumah sakit daerah. Langkah tersebut dilakukan agar proses pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan di Jember tanpa harus ke luar daerah.
Menurut Fawait, fasilitas kesehatan tersebut akan membantu mempercepat proses keberangkatan pekerja migran sekaligus mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung masyarakat.
Tidak hanya berfokus pada pelayanan administrasi dan kesehatan, Pemkab Jember juga menyiapkan berbagai program pendukung untuk keluarga pekerja migran. Salah satunya melalui program beasiswa pendidikan bagi putra-putri pekerja migran yang saat ini telah mulai diuji coba dan direncanakan diperluas pada tahun ini.
Di bidang peningkatan kompetensi tenaga kerja, Pemkab Jember juga menyatakan kesiapan menyediakan lahan apabila pemerintah pusat membangun pusat pelatihan kerja bagi calon pekerja migran di wilayah tersebut.
Program pelatihan tersebut nantinya akan disinergikan dengan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) guna meningkatkan kualitas, keterampilan, dan daya saing tenaga kerja asal Jember di pasar kerja internasional.
Fawait berharap dukungan pemerintah pusat terhadap perlindungan pekerja migran terus diperkuat sehingga layanan yang diberikan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk mendorong lahirnya regulasi daerah yang berpihak pada perlindungan pekerja migran serta mendukung pembentukan desa-desa migran di Kabupaten Jember sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola migrasi yang aman dan berkelanjutan. (FHB)




